SEJARAH PENAMAAN HARI DALAM SATU PEKAN

Oleh : Heri Purwanto

Kediri, 4 Oktober 2016.


Hari Minggu = Hari Matahari

HARI MINGGU adalah hari pertama dalam satu pekan, sehingga ada sebagian masyarakat kita yang menyebutnya dengan istilah HARI AHAD. Kata ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL AHAD, yang bermakna “hari kesatu”. Sepupu bangsa Arab, yaitu bangsa Yahudi menyebutnya dengan istilah YOM EHAD, yang juga bermakna “hari pertama”.

Mengenai istilah “hari Minggu” yang digunakan oleh mayoritas bangsa kita berasal dari kata DOMINGGO yang diperkenalkan oleh bangsa Portugis, yang kemudian dieja menjadi DOMINGGU dalam bahasa Melayu. Adapun kata “Dominggo” mempunyai makna “hari Tuhan kita”. Menurut keyakinan bangsa Eropa penganut agama Kristen, hari Minggu adalah hari ketujuh, dan di hari itu umat Kristiani melaksanakan ibadah di gereja. Itulah sebabnya hari Minggu dianggap sebagai hari untuk Tuhan, setelah enam hari sebelumnya umat Kristen disibukkan dengan urusan masing-masing.

Namun demikian, ada pula pihak yang mengartikan “Minggu” berasal dari kata MUNGGU, yang dalam bahasa Jawa Kuno memiliki makna “berdiam”. Hari Minggu memang hari yang baik untuk berdiam setelah enam hari bekerja.

Sebelum mengenal istilah “hari Ahad” atau “hari Minggu”, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI RADITE untuk menyebut hari pertama. Kata Radite ini berasal dari “Raditya” yang bermakna “Matahari”. Penggunaan istilah hari Radite ini merupakan serapan dari bahasa Sanskerta : RAVIVARA atau SURYADINA, yang juga bermakna “hari Matahari”. Matahari adalah benda langit yang paling utama dalam pandangan masyarakat kala itu. Maka, tidak mengherankan jika hari pertama dalam satu pekan menggunakan istilah “hari Matahari”.

Budaya India Kuno memiliki banyak kemiripan dengan Eropa Kuno, di mana hari pertama dalam bahasa Yunani disebut HEMERA HELIOS, sedangkan dalam bahasa Latin disebut DIES SOLIS. Adapun Helios adalah nama dewa matahari dalam tradisi Yunani, sedangkan Sol adalah nama dewa matahari dalam tradisi Romawi.

Bagaimana dengan kata SUNDAY dalam bahasa Inggris? Tidak perlu diuraikan panjang lebar, kata “Sun” jelas bermakna “Matahari”. Kata Sunday ini berasal dari bahasa Anglo-Saxon : SUNNANDAEG atau SUN’S DAY, yang juga bermakna “hari Matahari”.

Hari Senin = Hari Rembulan

HARI SENIN adalah hari kedua dalam satu pekan. Istilah ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL ITSNAINI, di mana kata “Itsnaini” berasal dari “Itsnani”, yang bermakna “dua”. Adapun sepupu bangsa Arab, yaitu bangsa Yahudi menyebutnya dengan istilah YOM SHENI, yang juga bermakna “hari kedua”.

BACA JUGA  BRAWIJAYA = KETURUNAN RADEN WIJAYA, "Sebuah Cocokologi yang Sudah Usang"

Sebelum menggunakan istilah “hari Senin”, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI SOMA, yang berasal dari bahasa Sanskerta SOMAVARA atau CHANDRADINA, yang bermakna “hari Bulan”. Dalam pandangan manusia, rembulan adalah benda langit nomor dua setelah matahari, sehingga wajar jika hari kedua dalam satu pekan disebut dengan istilah “hari bulan”.

Sama halnya dengan budaya India Kuno, dalam budaya Eropa Kuno pun hari kedua disebut sebagai “hari bulan”, di mana dalam bahasa Yunani menggunakan istilah HEMERA SELENE, sedangkan dalam bahasa Latin menggunakan istilah DIES LUNAE. Selene adalah nama dewi bulan dalam tradisi Yunani, sedangkan Luna adalah dewi bulan dalam tradisi Romawi.

Sementara itu, istilah MONDAY dalam bahasa Inggris juga bermakna demikian. Kata Monday berasal dari bahasa Anglo-Saxon : MONANDAEG atau MOON’S DAY, yang juga bermakna “hari Bulan”.

Hari Selasa = Hari Mars

HARI SELASA adalah hari ketiga dalam satu pekan. Nama ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL TSULAATSAA, di mana kata “Tsulaatsaa” berasal dari “Tsalatsatun”, yang bermakna “tiga”. Adapun bangsa Yahudi menyebutnya dengan istilah YOM SHLISHI, yang juga bermakna “hari ketiga”.

Sebelum mengenal istilah “hari Selasa”, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI ANGGARA, yang berasal dari bahasa Sanskerta ANGGARAVARA atau MANGGALADINA, yang bermakna “hari Mars”. Mars adalah planet berwarna kemerahan yang bisa dilihat dengan mata telanjang oleh penduduk bumi. Dalam mitologi India Kuno, planet Mars disebut dengan nama Anggara atau Manggala, yang disimbolkan sebagai tokoh laki-laki berkulit merah, putra Dewi Bhumi.

Begitu pula dengan kebudayaan Eropa Kuno, hari Selasa juga merupakan hari Mars, yang mana dalam bahasa Yunani disebut HEMERA ARES, sedangkan dalam bahasa Latin disebut DIES MARTIS. Adapun Ares adalah nama dewa perang dalam budaya Yunani, sedangkan Mars adalah nama dewa perang dalam budaya Romawi.

Mengenai istilah hari ketiga dalam bahasa Inggris yang disebut TUESDAY, berasal dari bahasa Anglo-Saxon : TIWESDAEG atau TIW’S DAY. Sama seperti peran Mars dalam tradisi Romawi, tokoh Tiu adalah nama dewa perang bangsa Skandinavia Kuno, yaitu putra Odin, dewa tertinggi.

Hari Rabu = Hari Merkurius

HARI RABU adalah hari keempat dalam satu pekan. Nama ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL ARBI’AAI, di mana kata “Arbi’aai” berasal dari kata “Arba’atun”, yang bermakna “empat”. Bangsa Yahudi menyebutnya dengan istilah YOM REVI’I, yang juga bermakna “hari keempat”.

Sebelum mengenal istilah hari Rabu, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI BUDA, yang berasal dari bahasa Sanskerta BUDHADINA atau BUDHAVARA. Adapun Budha adalah sebutan bangsa India Kuno untuk planet Merkurius, yang dalam mitologi disimbolkan sebagai putra Soma, sang dewa Bulan. Sama seperti Mars, planet Merkurius juga dapat dilihat dengan mata telanjang oleh penduduk bumi.

BACA JUGA  NARARYA WANING HYUN, PEREMPUAN ATAU LAKI-LAKI?

Dalam budaya Eropa Kuno, hari keempat juga bermakna “hari Merkurius”, di mana dalam bahasa Yunani disebut dengan istilah HEMERA HERMES, sedangkan dalam bahasa Latin disebut DIES MERCURI.

Mengenai istilah hari keempat dalam bahasa Inggris yang disebut WEDNESDAY, berasal dari bahasa Anglo-Saxon : WODNESDAEG atau WODEN’S DAY. Adapun Woden adalah nama lain dari Odin, dewa tertinggi bangsa Skandinavia Kuno.

Hari Kamis = Hari Jupiter

HARI KAMIS adalah hari kelima dalam satu pekan. Istilah ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL KHAMIIS, di mana kata “Khamiis” berasal dari “Khamsatun” yang bermakna “lima”. Sepupu bangsa Arab, yaitu bangsa Yahudi menggunakan istilah YOM KHAMISHI, yang juga bermakna “hari kelima”.

Sebelum mengenal istilah hari Kamis, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI RESPATI, yang berasal dari bahasa Sanskerta VRIHASPATIDINA. Adapun Vrihaspati adalah sebutan bangsa India Kuno untuk planet Jupiter, yang dalam mitologi disimbolkan sebagai guru para dewa. Itulah sebabnya Vrihaspatidina disebut juga dengan istilah GURUVARA.

Dalam budaya Eropa Kuno, hari kelima juga memiliki makna “hari Jupiter”. Jupiter adalah dewa tertinggi bangsa Romawi, sehingga hari kelima di sana disebut dengan istilah DIES JOVIS, sedangkan dalam bahasa Yunani disebut HEMERA ZEUS. Zeus adalah dewa tertinggi dalam tradisi Yunani yang disamakan dengan Jupiter, dewa bangsa Romawi.

Mengenai istilah hari kelima dalam bahasa Inggris disebut THURSDAY, berasal dari bahasa Anglo-Saxon : THUNRESDAEG atau THOR’S DAY. Adapun Thor adalah dewa penguasa petir dalam budaya Skandinavia Kuno, putra Odin. Persamaan antara Thor dengan Zeus atau Jupiter adalah sama-sama bersenjatakan petir.

Hari Jumat = Hari Venus

HARI JUMAT adalah hari keenam dalam satu pekan. Istilah ini diserap dari bahasa Arab : YAUMUL JUMU’ATI, yang memiliki makna “hari berkumpul”. Hal itu karena umat Islam pada hari keenam berkumpul untuk melakukan ibadah salat Jumat. Adapun bangsa Yahudi menyebut hari ini dengan istilah YOM SHISHI, yang bermakna “hari keenam”.

Sebelum mengenal istilah hari Jumat, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI SUKRA, yang berasal dari bahasa Sanskerta : SHUKRAVARA. Adapun Shukra adalah istilah yang dipakai bangsa India Kuno untuk menyebut planet Venus, yang dalam mitologi dilambangkan sebagai guru para iblis (asuraguru), rival dari Vrihaspati, guru para dewa (suraguru).

BACA JUGA  JENIS KELAMIN DYAH LĔMBU TAL MENURUT SUMBER PRASASTI

Dalam kebudayaan Eropa Kuno, hari keenam juga memiliki makna “hari Venus”. Venus adalah dewi cinta dan kecantikan dalam tradisi Romawi, sehingga hari keenam di sana disebut dengan istilah DIES VENERIS. Dalam budaya Yunani, hari keenam disebut dengan istilah HEMERA APHRODITE, di mana Aphrodite adalah dewi cinta dan kecantikan dalam tradisi Yunani.

Hari keenam dalam bahasa Inggris disebut FRIDAY, berasal dari bahasa Anglo-Saxon : FRIGEDAEG atau FRIGG’S DAY. Adapun Frigg atau disebut juga Frija merupakan dewi cinta bangsa Skandinavia Kuno.

Hari Sabtu = Hari Saturnus

HARI SABTU adalah hari ketujuh dalam satu pekan. Istilah ini berasal dari bahasa Arab : YAUMUL SABTI, yang mana “Sabti” berasal dari kata “Sab’atun”, yang bermakna “tujuh”. Adapun sepupu bangsa Arab, yaitu bangsa Yahudi menyebutnya dengan istilah YOM SHABBAT, yang juga bermakna “hari ketujuh”.

Sebelum mengenal istilah hari Sabtu, masyarakat Jawa Kuno lebih dulu menggunakan istilah HARI SANISCARA, yang berasal dari bahasa Sanskerta SHANIVARA, yang mana kata Shani adalah istilah yang dipakai bangsa India Kuno untuk menyebut planet Saturnus, yaitu planet terakhir yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Tokoh Shani dalam mitologi dilambangkan sebagai dewa keadilan, putra Dewa Surya, penguasa matahari.

Dalam budaya Eropa Kuno, hari ketujuh juga memiliki makna “hari Saturnus”. Saturnus adalah nama dewa pertanian dalam budaya Romawi, sehingga hari Sabtu dalam bahasa Latin disebut dengan istilah DIES SATURNI. Adapun dewa pertanian dalam bahasa Yunani disebut Kronus, sehingga hari ketujuh di sana disebut dengan istilah HEMERA KRONOUS. Kronus merupakan ayah dari Zeus, dewa tertinggi.

Hal ini juga sesuai dengan bahasa Inggris SATURDAY untuk menyebut “hari ketujuh”, yang berasal dari bahasa Anglo-Saxon : SATERDAEG atau SATURN’S DAY.


Demikianlah sejarah penamaan tujuh hari dalam satu pekan, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu yang diserap dari bahasa Portugis dan Arab, serta sebutan lama yaitu Radite, Soma, Anggara, Buda, Respati, Sukra, dan Saniscara yang diserap dari bahasa India Kuno.

Jika sistem pekan tujuh hari diserap dari budaya luar Nusantara, lantas bagaimana dengan pekan lima hari atau sistem “pasaran”, yang terdiri dari LEGI, PAHING, PON, WAGE, dan KLIWON? Saya menduga pekan lima hari ini adalah budaya asli Nusantara, khususnya masyarakat Jawa dan Bali. Pada masa kuno, pekan lima hari itu disebut dengan istilah UMANIS, PAHING, PWAN, WAGAI, dan KALIWUAN. Bagaimana sejarahnya? Semoga saya bisa menemukannya.

——–ooo——-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like